Senin, 16 Januari 2012

“Minyong”, sebagai Alternatif Pengolahan Ganyong


Ganyong (Canna edulis Ker.) adalah sejenis tumbuhan penghasil umbi yang kurang populer dibandingkan ubi jalar atau ubi kayu dan kelestariannyapun semakin terancam karena tidak banyak orang yang menanam dan mengonsumsinya. Tetapi sekarang, Ganyong sudah mulai banyak dibudidayakan teratur di daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jambi, Lampung, dan Jawa Barat.

Ganyonng banyak dikenal dengan berbagai macam nama daerah. Ada yang menyebut sebagai “buah tasbih”, “ubi pikul”, “ganyal”, “ganyol”, atau pun “sinetra”. Sedangkan nama asingnya quennsland arrowroot. Sementara ini, sekurangnya ada dua provinsi sebagai sentral Ganyong, yakni Jawa Tengah (Klaten, Wonosobo, dan Purworejo), dan Jawa Barat (Majalengka, Sumedang, Ciamis, Cianjur, Garut, Lebak, Subang, dan Karawang).

Umbi ganyong mengandung pati, meskipun tidak sebanyak ubi jalar. Tetapi, ganyong cukup berpotensi sebagai sumber hidrat arang. Data Direktorat Gizi Depkes RI menyebutkan bahwa kandungan gizi Ganyong tiap 100 gram secara lengkap terdiri dari kalori 95,00 kal; protein 1,00 g; lemak 0,11 g; karbohidrat 22,60 g; kalsium 21,00 g; fosfor 70,00 g; zat besi 1,90 mg; vitamin B1 0,10 mg; vitamin C 10,00 mg; air 75,00 g.

Manfaat ganyong sangatlah banyak, hampir semua bagian tanamannya bisa di manfaatkan. Umbi yang dewasa dapat dimakan dengan mengolahnya lebih dulu atau untuk diambil patinya. Sisa umbinya yang tertinggal setelah diambil patinya dapat digunakan sebagai kompos. Sementara pucuk dan tangkai daun muda dipakai untuk pakan ternak. Bunga daunnya yang cukup indah dimanfaatkan sebagai tanaman hias.

Selama ini pemanfaatan umbi ganyong hanya sebatas direbus untuk dibuat camilan. Padahal umbi ganyong memiliki kandungan gizi yang banyak yang diperlukan tubuh, sehingga sangat disayangkan apabila hanya dikonsumsi sebagai camilan yang hanya direbus. Lalu, bagaimana memanfaatkan ganyong untuk camilan selain di rebus?

Pemanfaatan umbi ganyong menjadi produk olahan lain salah satunya adalah menjadi mie ganyong. Dengan menjadi mie, ganyong akan memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi di bandingkan ketika ganyong hanya direbus saja. Pembuatan mie ganyong sebenarnya sangatlah mudah, pembuatannya bisa menggunakan alat sederhana yang bisa kita temukan di rumah. Untuk membuat mie ganyong, awalnya harus membuat pati ganyong terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan mengolah pati tersebut menjadi mie atau biasanya disebut Minyong (mie dari ganyong) .

Pembuatan Pati Ganyong

Ganyong yang sudah berumur (cukup tua) dipanen, diambil umbinya. Umbi ganyong dicuci bersih, dikupas kulitnya kemudian diparut. Ganyong parut selanjutnya diperas hingga hanya tersisa ampas / seratnya. Saring air perasan tadi dengan kain penyaring. Diamkan air dalam wadah hingga pati ganyong mengendap. Pisahkan air dengan pati ganyong. Keringkan pati ganyong dengan dijemur sinar matahari atau dioven.

Pembuatan Minyong (Mie Ganyong)

Panaskan 5 s/d 6 liter air hingga hampir mendidih. Masukkan 1 kg pati ganyong ke dalam air panas tersebut sambil terus diaduk supaya jangan menggumpal. Jika terlalu kental, dapat ditambahkan air panas hingga menjadi bubur encer. Tambahkan 75 gram minyak goreng (agar mie ganyong tidak lengket).

Didihkan selama 10 s/d 15 menit agar tanak. Angkat, lalu lapiskan tipis-tipis pada daun pisang yang sudah disiapkan. Jemur di bawah sinar matahari hingga 5 s/d 6 jam. Jika sudah nampak kering, pisahkan lapisan mie ganyong dari daun pisang. Diamkan lembaran mie ganyong tersebut selama 10 hingga 15 jam. Iris lembaran mie ganyong tersebut hingga membentuk mie. Jemur di bawah sinar matahari hingga kering. Ikat dengan tali, atau langsung dapat dikemas.

(Sumber gambar: http://default.tabloidnova.com

Baca selanjutnya »»

Rabu, 28 Desember 2011

Tips Menyulap Hobi Menjadi Usaha Yang Menguntungkan


Mungkin anda sudah sering mendengar judul diatas. Ya, banyak sekali pengusaha muda yang sukses dengan mengawali usahanya dari sekedar hobi. Ada yang hobi mengumpulkan barang-barang antik, dan kemudian menjadi pengusaha barang antik. Ada juga yang senang memelihara ikan, kemudian menjadi pengusaha ikan hias bahkan ada ibu rumah tangga yang hobi memasak dan mencoba resep-resep baru kemudian berubah menjadi pengusaha katering terkenal.Hobi memang mudah dilaksanakan. Bahkan kata yang tepat, hobi sulit untuk ditinggalkan. Usaha-usaha yang diawali dari hobi umumnya berubah menjadi kesuksesan. Ini karena mereka mencintai pekerjaannya dan bersemangat untuk terus belajar menyempurnakan kemampuannya.

Tapi tak semua hobi bisa jadi usaha lho, berikut ini ciri-ciri hobi yang dapat dijadikan usaha. Jika ciri-ciri ini ada pada diri anda, maka bersiaplah untuk menjadi pengusaha sukses berikutnya

Istiqomah / terus menerus
Apakah anda memiliki hobi yang tetap menyenangkan walaupun dilaksanakan secara berulang-ulang dan terus menerus? Jika ya, anda telah memiliki satu point untuk menjadikan hobi sebagai usaha. Namun jika anda merasa cepat bosan bila melaksanakan hobi secara terus menerus, maka itu berarti dua indikasi. Yang pertama, itu bukan hobi anda yang kedua anda memang belum bisa menjadikan hobi tersebut sebagai usaha.

Kenapa ciri ini harus ada pada usaha kita? Karena untuk menjadikan hobi sebagai usaha anda dituntut untuk mengejakannya berulang-ulang dan terus menerus. Boleh jadi anda memiliki pelanggan yang berbeda-beda setiap harinya, namun permintaan mereka biasanya hampir sama satu dengan lainnya. Maka kunci pertama menjadikan hobi sebagai usaha adalah sanggup istiqomah atau terus menerus

Berhargakah?
Beberapa hobi mungkin memiliki nilai jual tinggi, namun sebagian yang lain sama sekali tak dibutuhkan oleh pasar. Untuk menilainya, anda harus melakukan penelitian pasar terlebih dahulu. Apakah ada yang berminat dengan hobi anda atau justru malah sebaliknya hobi anda tak memiliki peminat sama sekali. Jika ini yang terjadi, sebaiknya tidak dipaksakan daripada hasilnya nihil nantinya.

Walau begitu, jika anda memiliki kecintaan yang besar terhadap hobi anda dan kemampuan marketing anda bagus, hobi tersebut masih berpeluang lho dalam memperoleh keuntungan. Mc Donald dulu harus menanggung malu karena ditertawakan orang karena menjual donat yang berhias bahkan ada yang tak memiliki lobang. Tapi sekarang, retailnya sudah menyebar hampir ke seluruh dunia.

Mampu Memotivasi
Apakah hobi anda masih mampu memotivasi anda untuk terus menekuninya hingga 10 – 15 tahun mendatang? Hobi yang menarik biasanya memang bisa memotivasi pelakunya bukan hanya 10-15 tahun tapi seumur hidupnya. Jika anda memiliki hobi seperti ini, satu point lagi anda dapatkan.

Tetap Menarik
Usaha yang akan anda laksanakan haruslah tetap menarik walau telah berlangsung puluhan tahun. Jika anda mulai kehilangan ketertarikan pada hobi anda, maka itu adalah awal dari kebangkrutan bisnis anda. Maka cobalah lihat kembali apakah hobi anda begitu menariknya hingga anda takkan kehilangan kecintaan padanya meski telah ditekuni puluhan tahun. Satu point lagi berhak anda miliki jika hobi tersebut mampu membuat anda tertarik puluhan tahun

Bila anda mendapatkan keempat hal diatas pada hobi anda, maka kenapa menunggu lebih lama lagi, segera matangkan konsep dan mulailah menyulapnya menjadi usaha anda. Mungkin sebagai awal masih berupa usaha sampingan. Namun seiring berjalannya waktu dan semakin bertambahnya pelanggan anda, bisa jadi usaha sampingan itu mampu menjadi usaha penopang hidup keluarga.

Satu hal yang ingin kami tekankan disini adalah,”Cintailah pekerjaan anda”. Jika anda cinta pada pekerjaan, maka iapun akan ringan dan menyenangkan bagi anda. Semoga Sukses !

Sumber: Bisnisukm.com

Baca selanjutnya »»

Minggu, 25 Desember 2011

Memproduksi Aneka Kreasi Handmade Kain Perca


‘Hobi yang mendatangkan rupiah’ menjadi kalimat yang tepat untuk menggambarkan usaha yang dikembangkan oleh Sari Sulistyo (24). Sejak di bangku kuliah, isteri dari Ari Sulistyo (29) tersebut sudah mulai mengembangkan hobinya sejak kecil, yaitu mengkreasi kerajinan tangan (handmade) menjadi sebuah bisnis yang mampu mendatangkan keuntungan. Dengan mengusung ‘ammi&abi’ sebagai nama usahanya, saat ini Sari mampu mengkreasi ratusan jenis produk handmade di rumahnya Griya Pesona Sidoarum D-7 Godean Sleman Yogyakarta. Handmade yang dihasilkan ‘ammi&abi’ berbahan baku kain perca, sehingga Sari menamai produknya dengan sebutan sulam perca.

Ditemui tim liputan bisnisUKM di rumahnya Rabu (21/12), Sari berujar jika pada mulanya dirinya membuat produk kreatif tersebut untuk dikenakan sendiri. “Ketika itu memang hanya untuk dipakai sendiri, kemudian banyak teman-teman kampus yang tertarik, alhasil mulai kepikiran untuk mengembangkan hal itu menjadi sebuah usaha serius tahun 2008, meskipun belum memakai brand sama sekali,” jelas alumni Fakultas Kehutanan UGM 2004 tersebut. Setelah memutuskan untuk menikah, Sari mulai memperkenalkan ‘ammi&abi’ sebagai brand produk sulam perca kreasinya tahun 2010.

“Filosofinya sederhana, ammi&abi artinya Bapak dan Ibu, jadi kita berusaha untuk membuat kreasi produk itu dengan hati, seperti Bapak dan Ibu yang selalu memberikan yang terbaik untuk keluarganya,” jelas Sari tentang penggunaan nama ‘ammi&abi’. Handmade with love kemudian dipilih Sari sebagai slogan/ jargon yang selalu mengiringi produk kreasi ‘ammi&abi’. Selain itu, pemilihan nama tersebut juga didasari atas cakupan konsumen ‘ammi&abi’ yang luas, yaitu seluruh anggota keluarga, bisa dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga orang tua.


Dibantu lima orang tenaga produksinya, saat ini ammi&abi memiliki tiga kelompok besar kreasi produk sulam percanya, yaitu kaos, asesoris rumah, dan asesoris fashion. Produk yang kemudian diproduksi diantaranya tas, bantal, boneka, selimut, souvenir pernikahan, kaos, sajadah, laptop case, dompet, pakaian bayi, dan lain-lain. “Desain masing-masing produk kami bikin personal, termasuk limited edition, jadi untuk saat ini tidak kami produksi secara massal, meskipun secara finansial hal itu (produksi massal) lebih menguntungkan, tetapi produknya menjadi kurang spesial,” imbuhnya.

Strategi Pemasaran Ammi&Abi
Proses pemasaran menjadi salah satu kunci sukses atau tidaknya sebuah usaha/ bisnis. Hal itu disadari betul oleh Sari yang saat ini lebih condong menggunakan media online sebagai ujung tombak pemasarannya. “Hampir setahun belakangan ini, kami (ammi&abi) mengandalkan media online (blog, jejaring sosial) untuk memperkenalkan produk, melakukan transaksi, serta menjalin relasi dengan para konsumen,” ujarnya. Cakupan area pemasaran yang tidak terbatas menjadi salah satu faktor dirinya lebih memilih menggunakan media online untuk memasarkan produknya.

Meskipun lebih mengandalkan media online, namun sesekali ‘ammi&abi’ juga ikut serta dalam beberapa pameran skala regional yang diselenggarakan di Yogyakarta. “Ikut serta dalam pameran sebenarnya kami gunakan sebagai media untuk memperluas jaringan, selain itu juga supaya lebih dikenal oleh orang, karena pengalaman selama ini, kami ‘eksis’ di online, namun tetangga-tetangga sekitar malah banyak yang tidak tahu,” jelas Sari sembari tertawa. Selain pameran, bazaar-bazaar yang diselenggarakan komunitas handmade lokal maupun nasional juga menjadi salah satu media pemasaran yang dilakoni Sari beserta dengan timnya.

Saat ini, produk kreasi ‘ammi&abi’ sudah tersebar ke berbagai kota di tanah air, seperti Jakarta, Bandung, Riau, Palembang, Kalimantan, dan Sulawesi. Pada setiap proses transaksinya, Sari mengakui tidak pernah membatasi minimal order dari para konsumen. “Satu pcs juga kami layani, namun yang harus disadari bahwa produk kami termasuk handmade yang membutuhkan waktu untuk mengerjakannya, sehingga harus bersabar,” imbuhnya. Ditambahkan olehnya, lama waktu pengerjaan untuk masing-masing produk berbeda-beda, karena memiliki tingkat kesulitan yang tidak sama.

Untuk harga produk yang dipatok ‘ammi&abi’ cukup bervariasi, tergantung jenis dan tingkat kesulitan produksinya. “Untuk asesoris seperti dompet, harganya berada pada kisaran Rp.20.000,00/ pcs; kemudian tas harganya Rp.100.000,00-Rp.150.000,00/ pcs; serta yang paling mahal selimut, yaitu berada pada kisaran harga Rp.400.000,00-Rp.500.000,00/pcs,” terang Sari. Dengan variasi harga seperti itu, dalam sebulan, dirinya mengaku bisa memperoleh omzet 3-5 juta.

Di akhir wawancara, Sari mengakui selama ini dirinya berusaha untuk menjalankan usahanya dengan hati. “Jika kita mengerjakan segala sesuatu dengan hati, maka hasil yang diperoleh pasti lebih baik,” ujarnya. Satu hal yang menjadi motivasi Sari hingga fokus bertahan dengan usahanya tersebut adalah ingin memberikan kebermanfaatan bagi sesama, dalam hal ini memberikan lapangan kerja bagi orang lain.

Sumber: bisnisukm.com

Baca selanjutnya »»

Kreasi Susu Kedelai menjadi Es krim


Es krim? siapa sih yang tidak tahu tentang es krim? dan sepertinya tidak ada yang tidak menyukai kudapan ini. Rasa yang nikmat dan yummy bisa membangkitkan mood membuatnya sangat digemari di seluruh dunia, siapapun tidak akan menolaknya jika diberi semangkuk es krim. Es krim biasanya berbahan dasar susu sapi, tapi kali ini es krim yang di buat berbahan dasar susu kedelai. Bagaimana rasanya?
Susu sapi yang menjadi bahan utama dalam pembuatan es krim digantikan dengan susu kedelai. Proses pembuatannya masih tetap sama hanya bahan utamanya saja yang berbeda. Tekstur es krimnya sendiri cukup lembut tidak jauh berbeda dengan es krim pada aumumnya yang terbuat dari susu sapi, tapi yang membedakan adalah aroma dan rasa kedelainya masih cukup terasa. Selain itu, es krim kedelai ini cocok buat mereka yang alergi susu sapi terutama anak-anak, juga buat mereka yang harus berdiet lemak. Bisa tetap makan es krim, tapi tetap sehat.


Bahan Pembuat Es Krim

Dalam pembuatan es krim, ada lima komponen penyusun es krim: Krim, Skim, Air, Gula dan Stabilizer. Es krim dapat dibedakan komposisi dan kandungannya. Komponen terpenting dari es krim adalah lemak susu dan susu skim. Kadar air dalam es krim antara 60%-62%, jika air terlalu banyak maka es krim menjadi kasar, jika air terlalu sedikit maka es krim akan menjadi terlalu padat. Untuk bisa creamy, 60%-62% itu sudah ukuran yang teruji. Dengan demikian maka kadar bahan kering adalah 38%-40%.

Lemak, bisa dikatakan sebagai bahan baku es krim. Fungsinya untuk membuat tekstur halus, berkontribusi dengan rasa serta memberi efek sinergis pada tambahan flavor yang digunakan. Disamping itu, penggunaan lemak akan memperindah penampilan.

Saat ini, lemak yang berasal dari susu dapat digantikan dengan lemak yang berasal dari tanaman, misalnya dari kelapa, palawija atau pun lemak yang diperoleh dari kedelai. Bukan es krim namanya jika tak manis. Maka gula juga merupakan komponen utama yang berfungsi sebagai pemanis sekaligus pembentuk tekstur es krim yang halus dan lembut serta berfungsi untuk meningkatkan kekentalan. Jenis gula yang sering dipakai adalah sukrosa.

Padatan non lemak (susu skim) merupakan sumber protein yang dibutuhkan sebagai pengikat air dan emulsifikasi. Tepung whey merupakan salah satu alternative yang digunakan untuk mengurangi penggunaan susu skim. Tentunya pertimbangan ini akan berdampak pada biaya.

Bahan lain yang turut menyusun es krim pengemulsi dan penstabil. Bahan penstabil berfungsi menjaga air di dalam es krim agar tidak membeku benar dan mengurangi kristalisasi es. Bahan pengemulsi dipakai untuk memperbaiki tekstur es krim yang merupakan campuran air dan lemak. Bahan penstabil yang umum digunakan adalah pembuatan es krim dan frozen dessert lainnya adalah CMC (carboxymethyl cellulose), gelatin, naalginat, karagenan, gum arab, dan pectin.

Berikut ini cara pembuatan es krim dari susu kedelai:

1 liter susu kedelai
250 g gula pasir
5 kuning telur
15 g tepung maizena
250 g stroberi, haluskan
Cara Membuat:

Masak susu kedelai sambil diaduk hingga hangat.
Kocok gula dan kuning telur sampai kental, masukkan tepung maizena, aduk rata.
Tuang beberapa sendok susu kedelai hangat kedalamnya lalu masukkan campuran ini kedalam rebusan susu. Masak sampai mendidih lalu masukkan stroberi. Angkat dan dinginkan.
Masukkan dalam freezer selama 2 jam, keluarkan, lalu mikser sampai hancur. Ulangi beberapa kali.
Sumber: bisnisukm.com

Baca selanjutnya »»

Menyulap Limbah Menjadi Berkah


Hampir semua bagian tanaman pisang memiliki nilai guna dalam kehidupan sehari-hari. Bagian utama dari tanaman pisang yang memiliki nilai sangat tinggi adalah buah pisang. Buah pisang merupakan buah tropis yang mempunyai nilai eksotik tinggi baik dari rasa, warna, maupun bentuk. Jadi tidak heran jika pasar pisang di dalam negeri sangat baik karena hampir semua masyarakat kita mengkonsumsi pisang. Buah pisang dapat diolah menjadi berbagai makananmisalkan sale, keripik, dodol, dan lain-lain. Tingginya permintaan pasar akan hasil olahan buah pisang ternyata menyisakan sekelumit masalah yaitu limbah, seperti kulit pisang, Bunga (jantung pisang), dan bonggol.
Seiring dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi serta kreativitas masyarakat kita, kini berbagai limbah tersebut bukan menjadi masalah namun justru menjadi berkah. Limbah tanaman pisang tersebut mampu diolah menjadi berbagai produk yang mampu meningkatkan nilai guna dan nilai ekonomisnya. Jantung pisang dapat diolah menjadi sayur, lalapan, dendeng dan abon; kulit pisang menjadi keripik kulit pisang, nata kulit pisang; dan bahkan bonggol tanaman pisangpun bisa diolah menjadi keripik maupun kerupuk. Tak berlebihan jika tanaman pisang disebut sebagai tanaman yang multifungsi.

Bonggol pisang yang selama ini hanya dianggap limbah ternyata dapat diolah menjadi keripik atau kerupuk

Hampir semua bagian tanaman pisang memiliki nilai guna dalam kehidupan sehari-hari. Bagian utama dari tanaman pisang yang memiliki nilai sangat tinggi adalah buah pisang. Buah pisang merupakan buah tropis yang mempunyai nilai eksotik tinggi baik dari rasa, warna, maupun bentuk. Jadi tidak heran jika pasar pisang di dalam negeri sangat baik karena hampir semua masyarakat kita mengkonsumsi pisang. Buah pisang dapat diolah menjadi berbagai makananmisalkan sale, keripik, dodol, dan lain-lain. Tingginya permintaan pasar akan hasil olahan buah pisang ternyata menyisakan sekelumit masalah yaitu limbah, seperti kulit pisang, Bunga (jantung pisang), dan bonggol.

Seiring dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi serta kreativitas masyarakat kita, kini berbagai limbah tersebut bukan menjadi masalah namun justru menjadi berkah. Limbah tanaman pisang tersebut mampu diolah menjadi berbagai produk yang mampu meningkatkan nilai guna dan nilai ekonomisnya. Jantung pisang dapat diolah menjadi sayur, lalapan, dendeng dan abon; kulit pisang menjadi keripik kulit pisang, nata kulit pisang; dan bahkan bonggol tanaman pisangpun bisa diolah menjadi keripik maupun kerupuk. Tak berlebihan jika tanaman pisang disebut sebagai tanaman yang multifungsi.

Bonggol pisang yang selama ini hanya dianggap limbah ternyata dapat diolah menjadi keripik atau kerupuk
yang tidak hanya enak dikonsumsi, tapi juga mengandung serat tinggi, sehingga dapat memperlancar pencernaan dan mengurangi sembelit. Peluang pasarnyapun terbuka lebar karena produk ini masih jarang dipasaran, apalagi bahan baku berupa bonggol pisang tersedia dalam jumlah banyak mengingat populasi tanaman pisang yang cukup berlimpah dan selama ini tidak dimanfaatkan. Selain itu penyediaan bonggol pisang sebagai bahan dasar keripik mempunyai prospek yang cukup baik untuk meningkatkan pendapatan keluarga tani. Berdasarkan penelitian, keripik pisang ini mengandung karbohidrat sebesar 10 % dan kandungan seratnya mencapai 40 %.

Berikut bahan-bahan dan cara pembuatannya:

Keripik Bonggol Pisang:
Bahan:

Bonggol pisang,
Tepung beras,
Kanji,
Santan,
Garam,
Perenyah kue,
Minyak goreng,
Bumbu : ketumbar, miri, bawang putih, kencur, kunir.
Telur ayam 1 butir.
Cara Membuat:

Bonggol pisang diiris tipis sesuai selera kemudian dibersihkan.
Irisan bonggol pisang ditaburi garam dan dibiarkan sampai bonggol pisang menjadi tidak kaku.
Dicuci dengan air sampai bersih kemudian dikering-anginkan.
Buat adonan kulitnya dengan mencampur bumbu yang sudah dihaluskan, 3 gelas santan, 1/4 kg tepung beras, ¼ bagian telur ayam, sedikit tepung kanji dan perenyah kue.
Celupkan irisan bonggol pisang dalam adonan lalu goreng sampai kering. Agar hasilnya maksimal, penggorengan dilakukan 2 kali yakni digoreng dulu setengah matang kemudian didiamkan semalam barulah digoreng lagi.
Setelah kering, kemas dalam kantong plastik.
Kerupuk Bonggol Pisang:
Bahan:

0,5 kg tepung tapioka
0,25 kg bawang putih
Ketumbar
4 butir bawang merah
0,5 liter minyak goreng
Cara Pembuatan :

Bonggol pisang bagian tengah yang berwarna putih kita potong-potong agak kecil, kemudian direndam dalam air garam selama semalam untuk menghilangkan rasa sepetnya.
Selanjutnya direbus selama tiga jam, kemudian cuci dengan air bersih, haluskan dengan cara ditumbuk atau diparut.
Peras dengan menggunakan kain sampai airnya habis
Tuangkan air panas sampai terendam dan diamkan sebentar, lalu peras lagi sampai airnya habis (bahan 1)
Haluskan bumbu-bumbu, campur dengan bahan 1, aduk-aduk sampai tercampur rata
Masukkan tepung tapioka dengan perbandingan 1 bagian adonan dan 1 bagian tepung tapioka atau sampai adonan berwarna agak putih dan terasa liat
Pipihkan adonan diatas selembar daun pisang hingga tipis
Kukus sampai matang (berubah warna) sekitar 10 menit
Jemur beserta daunnya, bila sudah setengah kering, lepaskan krupuk dari daun pisang pembungkus dan jemur lagi hingga kering
Goreng dalam minyak panas dengan api sedang, tiriskan.
Kemas dalam kantung plastik.
Untuk menambah nilai ekonomi dari keripik atau kerupuk bonggol pisang maka dapat di buat beraneka rasa seperti rasa coklat, rasa keju, pedas, jagung bakar dll. Keripik bonggol pisang aneka rasa mempuyai peluang bisnis yang cukup tinggi jika di olah dengan benar dan di pasarkan secara tepat, selain itu juga bisa menjadi alternatif makanan bagi masyarakat. Potensi pasar yang luas dan ketersediaan jumlah bahan baku yang melimpah yang ada di masyarakat hendaknya bisa di manfaatkan oleh pengusaha kecil dan petani tanaman pisang guna menambah pendapatan.

Sumber: bisnisukm.com

Baca selanjutnya »»